15 September 2026 / KADISPORASU MENGHADIRI RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN PORPROVSU XII TAHUN 2026 KONI SUMUT / 1 View
MEDAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama KONI Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026.
Rakor yang berlangsung di Kantor KONI Sumut, 15–16 September 2026, tersebut diikuti perwakilan 33 KONI Kabupaten/Kota. Sebanyak 30 KONI hadir secara langsung, sementara tiga KONI lainnya mengikuti rapat secara daring melalui Zoom.
Rakor dipimpin langsung Ketua Umum KONI Sumut sekaligus Ketua PB Porprovsu 2026, Kolonel (Purn) Hatunggal Siregar. Turut hadir Wakil Ketua Umum I KONI Sumut Bambang K Wahono, Wakil Ketua Umum II Prof. Dr. Indra Kasih, M.Or., Wakil Ketua Umum III Irwan Pulungan, S.Sos., M.Si., Plt. Wakil Ketua Umum IV Ir. Faizal, Sekretaris Umum Syahrial A Pulungan, M.Si., serta Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumatera Utara (Kadispora Sumut) M. Mahfullah Pratama Daulay.
Pada hari pertama rakor, Selasa (15/9), Hatunggal Siregar menyampaikan bahwa pembahasan difokuskan pada berbagai kesiapan teknis pelaksanaan Porprovsu 2026. Hal tersebut mencakup verifikasi data peserta, persyaratan pertandingan, akomodasi, venue, hingga kebutuhan pendukung lainnya.
“Sekarang kami sudah sampai pada data-data untuk verifikasi, jadi kami rapat koordinasi dengan KONI Kabupaten dan Kota. Apa yang harus dilengkapi untuk pelaksanaan pertandingan dan persyaratan lainnya, sehingga tidak terjadi miss dalam pelaksanaan,” ujar Hatunggal.
Ia menjelaskan, jumlah peserta Porprovsu 2026 diproyeksikan mencapai lebih dari 5.000 orang. Karena itu, kebutuhan akomodasi, konsumsi, hotel dan berbagai fasilitas pendukung harus dipersiapkan secara matang.
Menurut Hatunggal, persiapan Porprovsu 2026 secara keseluruhan telah mencapai sekitar 70 persen. Sejumlah hotel juga telah dikerjasamakan untuk mendukung pelaksanaan event olahraga empat tahunan tersebut. Namun, jumlah akhir peserta masih menunggu proses verifikasi dari masing-masing KONI Kabupaten/Kota.
Hatunggal juga menegaskan pentingnya seluruh KONI Kabupaten/Kota mengirimkan atlet untuk mengikuti Porprovsu 2026. Menurutnya, Porprovsu menjadi salah satu wadah penting untuk menjaring dan menemukan potensi atlet daerah yang nantinya dapat diproyeksikan memperkuat Sumatera Utara pada ajang olahraga tingkat nasional.
“Sesuai arahan Gubernur Sumut Bobby Nasution, kami harapkan seluruh KONI se-Sumut hadir pada Porprovsu yang dilaksanakan empat tahun sekali. Sekecil apa pun potensi atlet, misalnya di Nias, kalau tidak diberangkatkan tentu kami pertanyakan,” tegasnya.
Porprovsu 2026 dijadwalkan mempertandingkan 28 cabang olahraga, yakni atletik, akuatik, angkat berat, angkat besi, voli indoor, voli pasir, binaraga, biliar, bridge, bulu tangkis, catur, drum band, gateball, gulat, judo, karate, kick boxing, menembak, muaythai, pencak silat, petanque, sambo, sepakbola dan futsal, sepak takraw, tenis meja, tinju, tarung derajat, taekwondo dan wushu.
Hatunggal mengatakan, sejumlah cabang olahraga yang jumlah pesertanya belum memenuhi ketentuan akan kembali dievaluasi. Salah satunya cabang olahraga akuatik terbuka yang saat ini memiliki jumlah peserta kurang dari lima dan berpotensi tidak dipertandingkan.
Sementara itu, Kadispora Sumut M. Mahfullah Pratama Daulay menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan Porprovsu 2026.
Menurut Mahfullah, pembahasan anggaran perubahan juga telah selesai sehingga dari sisi penganggaran tidak terdapat persoalan teknis yang menghambat pelaksanaan Porprovsu.
“Kita berharap, di awal Oktober nanti sudah bisa ajukan permintaan dan akan kami realisasikan. Secara teknis tidak ada masalah terkait penganggaran,” ujar Mahfullah.
Pria yang akrab disapa Ipunk tersebut juga menilai penggunaan sejumlah venue eks Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 yang tersebar di Medan, Deliserdang, Binjai dan Pematangsiantar menjadi salah satu keuntungan dalam pelaksanaan Porprovsu 2026.
Venue-venue eks PON tersebut dinilai memiliki standar yang baik dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas pertandingan serta prestasi atlet Sumatera Utara.
“Porprov tahun ini luar biasa, kebutuhannya luar biasa. Venue eks PON sangat layak. Itu sangat berpengaruh bagi pencapaian prestasi atlet. Kami titip KONI kabupaten agar pengiriman atlet optimal,” kata Ipunk.
Ia juga mendorong seluruh KONI Kabupaten/Kota untuk mengirimkan atlet secara optimal sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan pertandingan. Menurutnya, semakin banyak atlet yang berpartisipasi secara optimal, maka persaingan dalam pertandingan akan semakin kompetitif.
“Kami mendorong atlet sebanyak-banyaknya bertanding, semua mengutus atlet. Kalau jumlah optimal, hasilnya pasti bagus karena kompetitif,” pungkasnya.
Melalui rakor tersebut, KONI Sumut bersama KONI Kabupaten/Kota diharapkan dapat menyamakan persepsi serta memastikan seluruh kebutuhan teknis dan administrasi Porprovsu 2026 dapat dipersiapkan dengan baik, sehingga pelaksanaan event olahraga tingkat provinsi tersebut berjalan lancar dan mampu menjadi wadah pembinaan atlet Sumatera Utara menuju prestasi yang lebih tinggi.